MAKASSAR liputan8.id – Peringatan Hari Kesaktian Pancasila di UPTD SPF SMP Negeri 49 Makassar tidak sekadar diisi dengan kegiatan seremonial. Momentum 1 Oktober 2026 tersebut dimanfaatkan sekolah untuk memperkuat literasi, kreativitas, sekaligus wawasan kebangsaan para siswa.
Antusiasme terlihat dari keterlibatan siswa kelas VII, VIII, hingga IX dalam berbagai kegiatan edukatif yang digelar di lingkungan sekolah, Kamis (1/10/2026).

Sejumlah perlombaan disiapkan untuk mendorong keberanian dan kemampuan siswa. Di antaranya Lomba Baca Puisi bertema “Kesaktian Pancasila”, Vocal Group lagu nasional “Gugur Bunga”, Lomba Resensi Buku bertema “Memperkuat Literasi sebagai Generasi Pancasila”, serta Lomba Ranking 1.
Kegiatan tersebut menjadi ruang bagi siswa untuk menunjukkan kemampuan mereka sekaligus belajar menerapkan nilai-nilai Pancasila melalui kegiatan yang menyenangkan dan kompetitif.
Lomba Baca Puisi dan Resensi Buku berlangsung di area perpustakaan sekolah. Para peserta tampil di hadapan dewan guru dan tim penilai dengan menunjukkan kemampuan membaca, memahami, serta menyampaikan gagasan.
Sementara itu, suasana berbeda terlihat pada Lomba Ranking 1 yang digelar di lapangan terbuka. Perwakilan masing-masing kelas harus berpikir cepat dan cermat menjawab pertanyaan yang berkaitan dengan Pancasila, wawasan kebangsaan, sejarah, dan literasi umum.
Papan jawaban diangkat secara serentak setiap kali pertanyaan diberikan. Persaingan berlangsung ketat, namun tetap dalam suasana kebersamaan dan kompetisi yang sehat.
Kepala UPTD SPF SMPN 49 Makassar, Irdayani Djasman Pakiding, S.Pd., M.Pd., Gr., mengatakan kegiatan tersebut dirancang untuk membentuk siswa yang tidak hanya unggul dalam bidang akademik, tetapi juga memiliki karakter dan kemampuan literasi yang kuat.
“Anak-anak tidak hanya dituntut memiliki kemampuan akademik, tetapi juga harus memiliki literasi yang baik, berani tampil, mampu bekerja sama, dan memahami nilai-nilai Pancasila,” ujarnya.
Menurutnya, momentum Hari Kesaktian Pancasila menjadi kesempatan bagi sekolah untuk menanamkan nilai kebangsaan melalui pendekatan yang dekat dengan dunia siswa.
Melalui puisi, musik, membaca buku, hingga permainan edukatif, siswa diajak memahami bahwa nilai-nilai Pancasila tidak berhenti pada hafalan, tetapi perlu diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Irdayani berharap kegiatan tersebut dapat terus menumbuhkan rasa percaya diri, kreativitas, serta semangat belajar siswa.
“Kami berharap kegiatan ini dapat membentuk generasi yang berkarakter, berprestasi, memiliki literasi yang kuat, dan tetap menjunjung tinggi nilai-nilai Pancasila,” katanya.
Peringatan Hari Kesaktian Pancasila di SMPN 49 Makassar akhirnya menjadi ruang pembelajaran yang memadukan literasi, seni, kompetisi, dan pendidikan karakter.
Sekolah pun terus mendorong agar kegiatan serupa tidak berhenti pada momentum peringatan hari besar nasional, tetapi menjadi bagian dari proses membangun generasi muda yang cerdas, kreatif, dan memiliki kepedulian terhadap bangsa.(hkl)








