MAKASSAR, liputan8.id – Di tengah kemarau panjang yang berdampak terhadap ketersediaan air bersih bagi sebagian warga, Perumda Air Minum (PDAM) Makassar menghadirkan pendekatan pelayanan dengan mendekatkan distribusi air hingga ke lorong-lorong permukiman.
Konsep tersebut diwujudkan melalui layanan tandon masuk lorong, yang memungkinkan air bersih didistribusikan lebih dekat kepada masyarakat yang berada di kawasan yang sulit dijangkau kendaraan pengangkut berukuran besar.

Pendekatan ini berangkat dari persoalan sederhana. Ketika warga kesulitan mendatangi sumber air, maka pelayanan air perlu lebih aktif mendatangi warga.
Makassar tidak hanya terdiri dari jalan protokol, gedung perkantoran, pusat bisnis, dan kawasan perkotaan yang ramai. Di balik itu terdapat lorong-lorong sempit yang menjadi ruang hidup masyarakat sehari-hari.
Kondisi tersebut menjadi tantangan tersendiri dalam distribusi air, terutama ketika kendaraan pengangkut berukuran besar tidak dapat masuk hingga ke permukiman warga.
Karena itu, penggunaan kendaraan pengangkut air yang lebih ramping menjadi salah satu bagian penting dalam pendekatan tersebut. Kendaraan dapat menyusuri lorong-lorong yang sulit dijangkau kendaraan besar sehingga distribusi air dapat dilakukan lebih dekat dengan rumah warga.
Langkah tersebut menunjukkan bahwa pelayanan publik tidak selalu harus menunggu masyarakat datang ke titik pelayanan. Dalam kondisi tertentu, pelayanan justru perlu bergerak mendatangi masyarakat.
Di tengah kondisi kemarau, keberadaan air di tangki, instalasi, atau reservoir belum tentu berarti air tersebut mudah diakses seluruh warga. Bagi masyarakat yang kesulitan menjangkau sumber air, persoalan akses menjadi bagian penting yang perlu diperhatikan.
Distribusi melalui tandon yang ditempatkan lebih dekat dengan permukiman menjadi salah satu bentuk respons terhadap persoalan tersebut.
Meski demikian, pendekatan ini lebih tepat dipandang sebagai langkah pelayanan untuk menghadapi kondisi tertentu, bukan sebagai solusi permanen terhadap seluruh persoalan air bersih di Kota Makassar.
Persoalan air bersih tetap membutuhkan penguatan sistem penyediaan dan distribusi secara berkelanjutan, termasuk memastikan masyarakat memperoleh akses air yang memadai.
Namun, dari sisi pelayanan publik, konsep air masuk lorong memperlihatkan satu prinsip sederhana: manfaat pelayanan harus sedekat mungkin dengan masyarakat yang membutuhkan.
Bagi warga yang sedang menghadapi kesulitan mendapatkan air, inovasi pelayanan tidak selalu harus hadir dalam bentuk teknologi yang rumit.
Hal paling penting adalah ketika air benar-benar dapat sampai ke lingkungan tempat warga tinggal.
Dengan demikian, di tengah kemarau yang melanda, semangat pelayanan air bersih di Makassar bukan sekadar bagaimana air dapat tersedia, tetapi bagaimana air tersebut dapat menjangkau lorong-lorong dan masyarakat yang membutuhkan.(hkl)
Air bersih harus sampai ke lorong.













