Banner Promo
Headline

Di Hadapan 5.000 Maba Bosowa, Munafri Serukan Anak Muda Kawal Pembangunan Makassar

×

Di Hadapan 5.000 Maba Bosowa, Munafri Serukan Anak Muda Kawal Pembangunan Makassar

Sebarkan artikel ini

MAKASSAR liputan8.id – Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin menyerukan kepada ribuan mahasiswa baru Universitas Bosowa dan Politeknik Bosowa untuk tidak sekadar mengejar prestasi akademik, tetapi juga ikut mengambil peran dalam pembangunan Kota Makassar.

Pesan tersebut disampaikan Munafri saat menghadiri PKKMB Marowa Universitas Bosowa dan Politeknik Bosowa bertajuk “Akselerasi: Melaju Menuju Indonesia Depan” di Kampus Universitas Bosowa, Rabu (9/9/2026).

RS Daya MKSR

Sekitar 5.000 mahasiswa baru hadir dalam kegiatan tersebut. Munafri mengatakan, kehadiran ribuan mahasiswa dari berbagai daerah turut memperkuat posisi Makassar sebagai kota pendidikan sekaligus salah satu pusat pertumbuhan di kawasan timur Indonesia.

“Makassar hari ini penduduknya 1,4 juta jiwa dan menjadi kota terbesar di bagian timur Indonesia. Banyak peluang dan harapan yang digantungkan masyarakat di kota ini, termasuk anak-anak muda yang datang untuk menuntut ilmu,” kata Munafri.

Menurutnya, mahasiswa memiliki posisi strategis dalam mengawal perjalanan pembangunan kota. Karena itu, ia mendorong mahasiswa untuk berani menyampaikan gagasan, kritik, dan masukan yang konstruktif kepada pemerintah.

“Makassar membutuhkan semangat anak muda untuk berkolaborasi. Kami membutuhkan pikiran-pikiran kritis dari anak muda untuk memastikan pembangunan kota berjalan maksimal,” ujarnya.

Munafri menilai mahasiswa tidak hanya dapat menjadi penerima manfaat pembangunan, tetapi juga mitra pemerintah sekaligus social control di tengah masyarakat. Kritik dan gagasan mahasiswa, kata dia, dibutuhkan agar kebijakan pemerintah tetap berpijak pada kebutuhan masyarakat.

Ia juga membuka peluang kolaborasi antara Pemerintah Kota Makassar dengan perguruan tinggi. Salah satunya melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang dapat diarahkan untuk mendukung berbagai program pembangunan dan pemberdayaan masyarakat di wilayah Kota Makassar.

Selain mengajak mahasiswa terlibat dalam pembangunan, Munafri memperkenalkan sejumlah fasilitas yang dapat dimanfaatkan generasi muda. Salah satunya Makassar Creative Hub (MCH) yang menjadi ruang bagi anak muda untuk mengembangkan keterampilan, bakat, kreativitas, hingga mempertemukan pencari kerja dengan pemberi kerja.

Munafri mengatakan, fasilitas tersebut dapat dimanfaatkan mahasiswa secara gratis untuk mengembangkan potensi sekaligus membangun jejaring.

Di era digitalisasi pemerintahan, Munafri juga memperkenalkan Lontara Plus, super apps Pemerintah Kota Makassar yang mengintegrasikan berbagai layanan pemerintahan dalam satu platform.

Mahasiswa baru didorong memanfaatkan Lontara Plus untuk memperoleh informasi layanan pemerintah sekaligus menyampaikan berbagai persoalan yang ditemukan di lingkungan tempat tinggal maupun wilayah Kota Makassar.

“Kalau ada persoalan yang ditemukan di wilayah Kota Makassar, sampaikan. Pemerintah harus mengetahui apa yang terjadi di masyarakat,” katanya.

Tidak hanya soal pendidikan dan pembangunan, Munafri juga menitipkan pesan mengenai kepedulian terhadap lingkungan. Ia meminta mahasiswa yang baru datang ke Makassar untuk ikut menjaga kebersihan kota, dimulai dari tempat tinggal masing-masing.

“Mulai hari ini, mahasiswa baru yang datang di Kota Makassar, tolong jangan buang sampah sembarangan. Sampah harus dikelola, bukan hanya di kampus, tetapi juga di tempat kalian berdomisili,” tegasnya.

Menurut Munafri, persoalan kebersihan tidak dapat dibebankan sepenuhnya kepada pemerintah. Dibutuhkan kesadaran dan keterlibatan seluruh masyarakat, termasuk mahasiswa, untuk menciptakan Makassar yang sehat, bersih, dan nyaman.

Di hadapan ribuan mahasiswa baru, Munafri juga mengingatkan bahwa keberhasilan pendidikan tidak hanya diukur dari kecerdasan intelektual. Pendidikan karakter dan akhlak harus menjadi bagian penting dalam perjalanan mahasiswa.

“Kami butuh mahasiswa yang cerdas, pintar, tapi juga punya akhlak, akhlakul karimah,” tegasnya.(hkl)

DPRD Makassar

Bapenda