MAKASSAR liputan8.id – Tagihan air senilai Rp525.120 yang diterima seorang pelanggan di Jalan Daeng Siraju, Kelurahan Bara-Baraya Utara, Kecamatan Makassar, menjadi sorotan. Menanggapi keluhan tersebut, Perumda Air Minum (PDAM) Kota Makassar memastikan lonjakan tagihan bukan disebabkan oleh kenaikan tarif, melainkan berdasarkan hasil pembacaan stand meter yang terdokumentasi.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Seksi Baca Meter Wilayah Pelayanan IV PDAM Kota Makassar, Amri Abidin, mengatakan seluruh rekening pelanggan diterbitkan berdasarkan hasil pembacaan meter oleh petugas di lapangan. Setiap proses pembacaan disertai dokumentasi foto yang tersimpan dalam sistem perusahaan sebagai bukti pencatatan dan dapat diverifikasi sewaktu-waktu.

“Penetapan tagihan tidak dilakukan secara perkiraan ataupun sepihak. Dasarnya adalah hasil pembacaan stand meter yang difoto langsung oleh petugas di lapangan. Foto tersebut menjadi bukti pencatatan dan dapat diakses kembali melalui sistem PDAM apabila diperlukan untuk proses verifikasi,” ujar Amri, Senin (20/7/2026).
Data PDAM menunjukkan stand meter pelanggan pada Mei 2026 tercatat 1.611 meter kubik dan meningkat menjadi 1.685 meter kubik saat pembacaan pada 25 Juni 2026. Selisih pemakaian sebesar 74 meter kubik (m³) menjadi dasar penerbitan rekening Juni sebesar Rp525.120.
PDAM juga menelusuri riwayat tagihan pelanggan yang sebelumnya cenderung stabil, yakni berkisar Rp218 ribu hingga Rp296 ribu per bulan. Namun pada Mei 2026, tagihan justru turun drastis menjadi Rp37.500 karena hasil pembacaan meter saat itu mencatat pemakaian 0 meter kubik.
Menurut Amri, perubahan pola pemakaian tersebut menjadi alasan pihaknya melakukan penelusuran lebih mendalam agar penyebab lonjakan tagihan dapat diketahui secara pasti.
Ia menegaskan, hingga saat ini PDAM Kota Makassar tidak pernah menetapkan kenaikan tarif air. Besaran rekening pelanggan sepenuhnya dihitung berdasarkan volume air yang tercatat mengalir melalui meter sesuai ketentuan yang berlaku.
Amri juga meluruskan anggapan bahwa tekanan air yang rendah dapat menyebabkan meter air berputar lebih cepat. Menurutnya, meter hanya mencatat volume air yang benar-benar mengalir sehingga tekanan distribusi tidak memengaruhi angka meter apabila tidak ada aliran air.
Sebagai bentuk transparansi pelayanan, seluruh hasil pembacaan meter disimpan dalam sistem beserta dokumentasi foto sehingga pelanggan dapat mencocokkan data stand meter dengan kondisi meter air di rumahnya apabila diperlukan.
Tak hanya melakukan penelusuran melalui sistem, PDAM Makassar juga memastikan akan menurunkan petugas untuk melakukan pengecekan ulang di lapangan. Pemeriksaan akan meliputi kondisi fisik meter air, kecocokan dengan hasil pembacaan dan dokumentasi foto, serta berdialog langsung dengan pelanggan untuk mengetahui kondisi instalasi maupun pola penggunaan air.
“Jika ditemukan adanya ketidaksesuaian, tentu akan kami tindak lanjuti sesuai prosedur yang berlaku. Kami ingin memastikan setiap pelanggan mendapatkan pelayanan yang transparan, akurat, dan dapat dipertanggungjawabkan,” tutup Amri.Jika diinginkan, saya juga bisa membuat versi berita yang lebih bergaya media online dengan lead yang lebih “menggigit” agar peluang dibaca lebih tinggi.(hkl)












