LUWU UTARA liputan8.id – Kelangkaan gas LPG 3 kilogram yang disertai kenaikan harga di sejumlah wilayah Kabupaten Luwu Utara menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Menyikapi kondisi tersebut, Dinas Perdagangan, Perindustrian, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (DP2KUKM) Luwu Utara turun langsung melakukan inspeksi mendadak (sidak) di sejumlah kecamatan.
Sidak dilakukan untuk memastikan distribusi gas bersubsidi berjalan sesuai ketentuan serta mencari penyebab terjadinya kelangkaan yang dikeluhkan masyarakat. Tim DP2KUKM menyasar pangkalan dan agen LPG guna memantau ketersediaan stok serta harga jual di lapangan.
Kepala DP2KUKM Luwu Utara menegaskan, pengawasan diperketat agar tidak ada praktik penimbunan maupun penjualan di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) yang dapat merugikan masyarakat, khususnya rumah tangga prasejahtera dan pelaku usaha mikro yang menjadi sasaran utama subsidi LPG 3 kilogram.
“Kami turun langsung untuk memastikan distribusi LPG 3 kilogram tetap berjalan lancar dan tepat sasaran. Jika ditemukan pelanggaran, tentu akan ditindaklanjuti sesuai aturan yang berlaku,” tegasnya.
Dari hasil pemantauan awal, pemerintah daerah juga akan berkoordinasi dengan pihak terkait, termasuk agen dan Pertamina, untuk mencari solusi atas persoalan distribusi yang menyebabkan kelangkaan di beberapa wilayah.
Pemkab Luwu Utara mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan membeli LPG 3 kilogram di pangkalan resmi dengan harga sesuai ketentuan. Warga juga diminta melaporkan apabila menemukan dugaan penimbunan atau penjualan dengan harga yang tidak wajar.
Melalui sidak intensif ini, pemerintah berharap pasokan LPG 3 kilogram dapat kembali normal sehingga kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi tanpa harus terbebani lonjakan harga di pasaran.(hkl)












