Banner Promo
Headline

Di Hari Libur, Bupati Andi Rahim Pilih Dampingi Warga Hadapi Banjir

×

Di Hari Libur, Bupati Andi Rahim Pilih Dampingi Warga Hadapi Banjir

Sebarkan artikel ini

LUWU UTARA liputan8.id — Ketika sebagian besar orang memanfaatkan hari libur untuk beristirahat bersama keluarga, Bupati Luwu Utara, Andi Abdullah Rahim, justru memilih menghabiskan waktunya untuk memastikan penanganan banjir berjalan optimal.

Minggu (31/5/2026), Bupati yang akrab disapa Andi Rahim itu memimpin langsung rapat koordinasi penanganan banjir yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Luwu Utara. Rapat tersebut berlangsung dalam suasana serius namun penuh semangat kebersamaan, dengan satu tujuan utama: memastikan masyarakat terdampak mendapat perhatian dan bantuan yang dibutuhkan.

Hadir dalam pertemuan itu Deputi Logistik dan Peralatan BNPB Pusat, Wakil Bupati Luwu Utara, Sekretaris Daerah, pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait, hingga para kepala desa dari wilayah yang terdampak banjir. Kehadiran berbagai unsur tersebut menunjukkan bahwa penanganan bencana membutuhkan kerja bersama dan koordinasi yang kuat.

Bagi Andi Rahim, bencana bukan sekadar persoalan genangan air atau kerusakan infrastruktur. Di balik peristiwa itu, ada masyarakat yang kehilangan rasa aman, ada keluarga yang harus berjuang menjaga aktivitas sehari-hari, dan ada harapan yang menunggu uluran tangan pemerintah.

Karena itu, ia menegaskan bahwa pemerintah tidak boleh terlambat ataupun abai dalam merespons setiap musibah yang terjadi.

“Pemerintah harus hadir di setiap bencana, dan penanganan harus dilakukan secara kolektif,” tegasnya di hadapan peserta rapat.

Pernyataan tersebut menjadi cerminan komitmen Pemerintah Kabupaten Luwu Utara dalam menghadapi situasi darurat. Kehadiran pemerintah, menurutnya, harus benar-benar dirasakan masyarakat, bukan hanya melalui kebijakan, tetapi juga lewat tindakan nyata di lapangan.

Dalam rapat koordinasi itu, Andi Rahim juga menyoroti pentingnya data yang akurat sebagai dasar pengambilan keputusan. Ia meminta pemerintah desa dan OPD terkait untuk terus menyinkronkan data warga terdampak agar bantuan yang diberikan tepat sasaran dan menjangkau mereka yang benar-benar membutuhkan.

“Data yang baik akan menghasilkan kebijakan yang baik. Jangan sampai ada warga yang terdampak tetapi luput dari perhatian karena persoalan pendataan,” ujarnya.

Selain itu, ia menekankan perlunya keterlibatan seluruh pemangku kepentingan dalam proses penanganan bencana. Menurutnya, tantangan yang dihadapi masyarakat tidak bisa diselesaikan oleh satu pihak saja. Kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, aparat keamanan, relawan, hingga masyarakat menjadi kunci untuk mempercepat penanganan dan pemulihan pascabencana.

Di tengah berbagai tantangan yang dihadapi warga terdampak banjir, langkah Bupati yang tetap memimpin koordinasi pada hari libur mendapat apresiasi dari berbagai pihak. Sikap tersebut dinilai menunjukkan keseriusan pemerintah daerah dalam memastikan keselamatan dan kebutuhan masyarakat tetap menjadi prioritas utama.

Rapat koordinasi itu sekaligus menjadi pesan bahwa pelayanan kepada masyarakat tidak mengenal hari kerja maupun hari libur. Ketika bencana datang dan warga membutuhkan bantuan, pemerintah harus siap hadir, mendengar, dan bekerja bersama mencari solusi.

Bagi masyarakat Luwu Utara yang sedang menghadapi dampak banjir, kehadiran pemerintah di tengah situasi sulit tersebut menjadi harapan bahwa mereka tidak berjalan sendiri. Di balik rapat yang digelar pada hari libur itu, tersimpan satu komitmen yang terus dijaga: memastikan setiap warga mendapat perlindungan dan perhatian di saat mereka paling membutuhkan. (hkl)