LUWU UTARA liputan8.id – Genangan air masih membekas di sejumlah sudut Desa Beringin Jaya, Kecamatan Baebunta Selatan. Di tengah upaya warga untuk bangkit dari bencana, kehadiran Kepala Deputi Logistik dan Peralatan (LDP) BNPB, Andi Eviana, bersama Bupati Luwu Utara Andi Abdullah Rahim, membawa secercah harapan bagi masyarakat yang terdampak banjir.
Minggu (31/5/2026), rombongan BNPB dan Pemerintah Kabupaten Luwu Utara meninjau langsung wilayah yang selama beberapa pekan terakhir menjadi salah satu titik terdampak paling parah akibat meluapnya Sungai Rongkong. Tak hanya melihat kondisi lapangan, Andi Eviana juga menyempatkan diri berbincang dengan warga yang masih berjuang memulihkan kehidupan mereka setelah diterjang banjir.
Di posko pengungsian dan sejumlah titik terdampak, warga menyampaikan berbagai keluhan, mulai dari kerusakan rumah, lahan pertanian yang terendam, hingga kekhawatiran mereka terhadap ancaman banjir susulan. Bagi masyarakat, yang paling dibutuhkan saat ini bukan hanya bantuan logistik, tetapi juga kepastian bahwa bencana serupa tidak akan terus berulang.
Kondisi tanggul sungai yang jebol menjadi perhatian utama dalam kunjungan tersebut. Dari lokasi itu, terlihat jelas bagaimana derasnya aliran air pernah menerobos dan menggenangi permukiman warga. Bagi masyarakat Desa Beringin Jaya, tanggul bukan sekadar infrastruktur, melainkan pelindung kehidupan mereka sehari-hari.
Melihat langsung kondisi tersebut, Andi Eviana menegaskan bahwa persoalan tanggul harus menjadi prioritas penanganan. Menurutnya, langkah cepat perlu dilakukan agar warga dapat kembali menjalani aktivitas dengan rasa aman.
“Setelah melihat langsung kondisi di lapangan, terutama titik tanggul yang jebol, ini menjadi perhatian serius. Semua kebutuhan dan langkah penanganan akan kami asesmen agar dapat segera ditindaklanjuti,” ujarnya kepada awak media.
Sebagai bentuk dukungan penanganan darurat, BNPB telah menyiapkan sekitar 2.000 unit geobag yang dapat digunakan untuk memperkuat tanggul sementara. Selain itu, BNPB juga mendorong pemerintah daerah untuk memperkuat koordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai dan seluruh pemangku kepentingan agar solusi jangka panjang segera diwujudkan.
Di sela kunjungan, Bupati Luwu Utara Andi Abdullah Rahim terus mendampingi rombongan BNPB meninjau lokasi terdampak. Ia berharap perhatian pemerintah pusat dapat mempercepat proses pemulihan serta penanganan infrastruktur yang rusak akibat banjir.
Kunjungan tersebut juga menjadi momentum penting untuk memastikan bahwa suara masyarakat terdampak sampai kepada pemerintah pusat. Setiap cerita yang disampaikan warga, mulai dari kehilangan hasil panen hingga kerusakan tempat tinggal, menjadi bagian dari bahan evaluasi untuk langkah penanganan berikutnya.
Sebelumnya, banjir yang melanda Kabupaten Luwu Utara akibat curah hujan tinggi dan jebolnya tanggul di bantaran Sungai Rongkong telah merendam enam kecamatan. Desa Beringin Jaya menjadi salah satu wilayah yang mengalami dampak paling berat, bahkan dua dusun di desa tersebut terpaksa dikosongkan karena terendam banjir.
Ribuan kepala keluarga terdampak dalam peristiwa tersebut. Di tengah kondisi yang belum sepenuhnya pulih, warga kini menaruh harapan besar agar perbaikan tanggul dan penanganan banjir dapat segera direalisasikan.
Bagi masyarakat yang selama ini hidup berdampingan dengan sungai, kehadiran pemerintah di tengah bencana bukan hanya soal bantuan dan penanganan teknis. Lebih dari itu, kehadiran tersebut menjadi tanda bahwa mereka tidak menghadapi musibah ini sendirian. Di tengah sisa-sisa genangan dan lumpur yang masih terlihat, harapan untuk kembali bangkit perlahan mulai tumbuh.(hkl)












