LUWU UTARA liputan8.id — Suasana hangat dan penuh kebersamaan terasa dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Perlindungan Ekosistem Desa yang digelar Pemerintah Kabupaten Luwu Utara di Rumah Makan Ulu Bete, Kecamatan Mappedeceng, Senin (25/5/2026). Kegiatan ini bukan sekadar forum koordinasi, tetapi juga menjadi ruang memperkuat kepedulian terhadap kesejahteraan masyarakat desa.
Hadir langsung dalam kegiatan tersebut, Andi Abdullah Rahim bersama Kepala Dinas PMD Luwu Utara, Andi Syarifah Muhaemina, jajaran OPD, perwakilan BPJS Ketenagakerjaan, serta Kejaksaan Republik Indonesia.
Dalam sambutannya, Bupati Andi Abdullah Rahim menegaskan bahwa pembangunan desa tidak hanya berbicara soal infrastruktur, tetapi juga tentang rasa aman dan perlindungan bagi masyarakat yang bekerja dan mengabdi di desa.
Menurutnya, aparatur desa, pekerja sosial, hingga para penggerak masyarakat perlu mendapatkan jaminan sosial ketenagakerjaan agar dapat bekerja dengan tenang tanpa dibayangi kekhawatiran terhadap risiko kerja.
“Kita ingin desa-desa di Luwu Utara tumbuh menjadi desa yang kuat, mandiri, dan masyarakatnya merasa terlindungi. Kehadiran negara harus benar-benar dirasakan sampai ke tingkat desa,” ujar Bupati.
Rakor tersebut juga membahas pembentukan kepengurusan Dewan Masjid Indonesia (DMI) tingkat desa. Langkah ini dinilai penting untuk memperkuat peran masjid sebagai pusat pembinaan umat, ruang kebersamaan warga, sekaligus penguatan nilai-nilai sosial dan keagamaan di tengah masyarakat.
Di sela kegiatan, suasana haru terlihat saat dilakukan penyerahan santunan kematian secara simbolis kepada ahli waris peserta BPJS Ketenagakerjaan. Momen itu menjadi pengingat bahwa program perlindungan sosial bukan hanya sebatas administrasi, tetapi benar-benar hadir membantu masyarakat saat menghadapi masa sulit.
Keterlibatan pihak Kejaksaan dalam rakor ini juga menjadi bentuk komitmen pendampingan hukum agar seluruh program desa berjalan transparan, tepat sasaran, dan sesuai aturan yang berlaku.
Melalui sinergi lintas sektor tersebut, Pemkab Luwu Utara berharap pembangunan desa tidak hanya berfokus pada pertumbuhan, tetapi juga menghadirkan rasa aman, kepedulian, dan kesejahteraan yang dirasakan langsung oleh masyarakat hingga ke pelosok desa.
(hkl)












