MAKASSAR liputan8.id – Suasana penuh keakraban langsung terasa saat Kepala SMA Negeri 2 Makassar, H. Syafruddin, S.Pd., M.Pd., memberikan sambutan pada pembukaan Tudang Sipulung Nasional (TSN) II Ikatan Alumni SMADA 2026 di Fort Rotterdam.
Dengan gaya santai dan penuh kehangatan, Syafruddin membuka sambutannya melalui pantun yang langsung disambut tepuk tangan para alumni lintas generasi.
“Jalan-jalan ke Pantai Losari,
Singgah sebentar menikmati senja.
Alumni SMADA mari kembali,
Membangun sekolah dengan cinta dan karya,”
ucapnya di hadapan ribuan alumni yang hadir.
Pantun kedua kembali menambah suasana menjadi lebih akrab dan penuh nostalgia.
“Burung camar terbang melayang,
Hinggap sejenak di pohon kelapa.
TSN 2 hadir mempererat sayang,
Untuk almamater yang selalu di dada.”
Suasana malam itu terasa hangat. Tidak sedikit alumni yang tersenyum, bertepuk tangan, hingga mengabadikan momen saat kepala sekolah menyampaikan sambutan dengan nuansa kekeluargaan.
Dalam sambutannya, Syafruddin mengungkapkan rasa syukur atas terselenggaranya Tudang Sipulung Nasional II yang kembali mempertemukan keluarga besar SMADA Makassar dalam satu ruang kebersamaan.
Menurutnya, sekolah bukan hanya tempat belajar membaca dan berhitung, melainkan ruang lahirnya mimpi, persahabatan, perjuangan, dan cita-cita besar para siswa yang kini telah tumbuh menjadi tokoh di berbagai bidang.
“Di ruang-ruang kelas sekolah ini lahir harapan dan cita-cita besar yang hari ini mengantarkan para alumni menjadi pemimpin, profesional, akademisi, pengusaha, dan pengabdi masyarakat,” tuturnya.
Ia juga mengajak seluruh alumni untuk tidak melupakan almamater yang telah menjadi rumah kedua dalam perjalanan hidup mereka. Baginya, SMADA bukan sekadar bangunan sekolah, tetapi tempat tumbuhnya karakter, disiplin, dan semangat perjuangan.
Dengan penuh haru, Syafruddin menegaskan bahwa kepedulian alumni tidak selalu harus diwujudkan dalam bentuk materi. Perhatian, motivasi, pengalaman, ide, hingga jaringan yang dimiliki alumni juga menjadi kontribusi besar bagi kemajuan sekolah dan generasi berikutnya.
“Kehadiran alumni adalah cahaya harapan bagi adik-adiknya yang sedang menempuh pendidikan hari ini,” katanya.
Ia percaya, jika seluruh alumni bergerak bersama, maka SMADA akan terus tumbuh menjadi sekolah yang semakin maju dan membanggakan.
Menurutnya, kekuatan sebuah sekolah tidak hanya terletak pada megahnya bangunan, tetapi pada kuatnya ikatan hati antara sekolah dan alumninya.
Karena itu, ia berharap Tudang Sipulung Nasional II tidak berhenti sebagai agenda seremonial atau ajang reuni semata. Lebih dari itu, kegiatan tersebut diharapkan menjadi awal gerakan besar alumni untuk terus membersamai almamater dalam berbagai bentuk pengabdian.
“Mari kita tinggalkan jejak pengabdian agar generasi yang akan datang dapat merasakan manfaat dari kebersamaan yang kita bangun hari ini,” ajaknya.
Di akhir sambutan, Syafruddin mengingatkan bahwa sejauh apa pun langkah para alumni, nama SMADA akan selalu menjadi bagian dari perjalanan hidup mereka.
“Sekolah ini akan selalu bangga menyebut kita sebagai keluarganya,” ucapnya penuh haru.
(amr)







