Banner Promo
Headline

tHangatnya Tudang Sipulung SMADA, Saat Ribuan Alumni Pulang Membawa Cinta untuk Makassar

×

tHangatnya Tudang Sipulung SMADA, Saat Ribuan Alumni Pulang Membawa Cinta untuk Makassar

Sebarkan artikel ini

MAKASSAR liputan8.id — Malam di Fort Rotterdam terasa berbeda, Jumat (22/5/2026). Cahaya lampu panggung berpadu dengan tawa, pelukan, dan cerita lama yang kembali hidup dalam Tudang Sipulung Nasional (TSN) II Ikatan Alumni (IKA) SMADA 2026.

Ribuan alumni SMA Negeri 2 Makassar dari berbagai generasi datang membawa satu rasa yang sama: rindu akan sekolah, sahabat, dan kota tempat mereka tumbuh bersama.

Di tengah suasana penuh kehangatan itu, Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin hadir bukan hanya sebagai kepala daerah, tetapi juga sebagai bagian dari keluarga besar SMADA. Dengan nada santai dan penuh keakraban, Appi menyapa para alumni yang datang dari berbagai penjuru Indonesia.

Baginya, Tudang Sipulung bukan sekadar reuni atau pertemuan tahunan. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi ruang untuk kembali merajut persaudaraan yang mungkin sempat terpisah oleh jarak dan kesibukan hidup.

“Malam ini kita bukan hanya berkumpul sebagai alumni, tetapi sebagai keluarga besar yang punya kenangan dan cinta yang sama untuk SMADA dan Kota Makassar,” ungkap Appi di hadapan para peserta.

Sorak tepuk tangan dan gelak tawa beberapa kali pecah sepanjang acara. Banyak alumni tampak saling berpelukan, mengabadikan momen bersama, hingga bernostalgia tentang masa-masa sekolah yang telah lama berlalu.

Munafri mengaku bangga melihat semangat kebersamaan lintas generasi yang tetap terjaga hingga hari ini. Menurutnya, kekuatan terbesar sebuah alumni bukan hanya pada jumlahnya, tetapi pada rasa memiliki dan kepedulian yang terus hidup di dalamnya.

Ia juga memuji kerja keras panitia yang berhasil menghadirkan suasana reuni yang meriah namun tetap hangat dan penuh makna.

“Dengan persiapan yang matang, malam ini menjadi salah satu event terbaik yang pernah ada di Kota Makassar,” ujarnya.

Namun di balik kemeriahan itu, Appi menyelipkan pesan penting. Ia berharap para alumni tidak hanya pulang membawa kenangan, tetapi juga membawa semangat untuk ikut membangun Makassar.

Menurutnya, kota ini masih memiliki banyak tantangan yang membutuhkan kepedulian dan kontribusi bersama. Mulai dari persoalan sampah, kemacetan, pendidikan hingga berbagai persoalan sosial perkotaan lainnya.

“Kota ini membutuhkan pikiran-pikiran baik dari anak-anak terbaiknya,” katanya.

Sebagai sesama alumni SMADA, Appi percaya banyak sosok hebat lahir dari sekolah tersebut. Ada yang menjadi pengusaha, birokrat, akademisi, tenaga profesional, hingga tokoh masyarakat yang kini tersebar di berbagai daerah.

Karena itu, ia berharap Tudang Sipulung dapat menjadi ruang lahirnya gagasan dan kolaborasi baru demi kemajuan Makassar di masa depan.

Di sela sambutannya, Appi juga mengajak para alumni menikmati suasana Kota Makassar. Ia ingin para tamu yang datang merasakan keramahan kota ini, mencicipi kulinernya, hingga menikmati denyut kehidupan masyarakatnya.

Bagi Munafri, Makassar harus menjadi kota yang selalu meninggalkan cerita indah bagi siapa pun yang datang dan pernah tumbuh di dalamnya.

Malam itu, Tudang Sipulung bukan hanya tentang panggung megah atau reuni besar. Ia menjadi pengingat bahwa sejauh apa pun seseorang pergi, selalu ada tempat bernama sekolah dan kota kelahiran yang membuat hati ingin pulang.(*)