Makassar liputan8.id – 05 mei 2026 – Di sudut-sudut lorong RSUD Daya Kota Makassar, ada langkah-langkah kecil yang sering kali luput dari perhatian. Mereka datang lebih awal, membawa alat kebersihan, memastikan lantai tetap bersih, ruangan nyaman, dan lingkungan rumah sakit terasa lebih tenang bagi pasien maupun keluarga yang datang dengan harapan kesembuhan.
Mereka adalah para petugas cleaning service. Bagi sebagian orang, pekerjaan mereka mungkin hanya sebatas menjaga kebersihan rumah sakit. Namun di RSUD Daya, para petugas cleaning service ternyata memikul peran yang jauh lebih besar dari itu.
Di tengah kesibukan pelayanan kesehatan, mereka kerap menjadi orang pertama yang membantu ketika pasien atau keluarga terlihat kebingungan. Dengan ramah mereka menunjukkan arah ruang pelayanan, membantu pasien lanjut usia berjalan perlahan menuju poli, bahkan menemani pasien yang datang tanpa pendamping keluarga.
Semua dilakukan tanpa diminta, tanpa sorotan kamera, dan tanpa berharap pujian. Kepedulian itu hadir begitu saja dari rasa kemanusiaan yang tumbuh dalam keseharian mereka saat bekerja.
Beberapa keluarga pasien mengaku merasa terbantu dengan sikap para petugas cleaning service tersebut. Di saat kondisi fisik dan pikiran sedang lelah menghadapi situasi rumah sakit, bantuan kecil seperti menunjukkan jalan atau membantu mendorong kursi roda menjadi hal yang sangat berarti.
Suasana humanis itulah yang kini mulai terasa kuat di lingkungan RSUD Daya Kota Makassar. Pelayanan tidak hanya hadir melalui tindakan medis, tetapi juga melalui sikap peduli dari seluruh unsur rumah sakit, termasuk mereka yang bekerja di balik layar.
Pihak manajemen rumah sakit pun memberikan perhatian khusus terhadap dedikasi tersebut. Sebagai bentuk apresiasi, Direktur RSUD Daya didampingi Kepala Bagian Pelayanan Masyarakat menyerahkan reward kepada para petugas cleaning service yang dinilai menunjukkan kepedulian dan pelayanan terbaik kepada pasien.
Penghargaan itu bukan sekadar simbol, tetapi juga bentuk penghormatan atas kerja tulus yang selama ini mungkin jarang terlihat. Di balik seragam sederhana yang mereka kenakan, ada hati yang bekerja dengan penuh empati.
Bagi RSUD Daya, pelayanan terbaik tidak hanya diukur dari fasilitas maupun teknologi kesehatan, tetapi juga dari bagaimana setiap orang di dalamnya mampu memperlakukan pasien dengan hangat dan manusiawi.
Di tengah tuntutan pelayanan publik yang semakin tinggi, para petugas cleaning service itu menjadi pengingat bahwa kebaikan sering kali hadir dari hal-hal sederhana. Dari sapaan ramah, bantuan kecil, hingga ketulusan yang diberikan tanpa pamrih.(hkl)












