MAKASSAR liputan8.id – Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Utama Makassar memastikan akan segera melakukan langkah penanganan dalam waktu dekat terkait meningkatnya kewaspadaan terhadap penyebaran virus melalui jalur transportasi laut.
Langkah tersebut dilakukan setelah KSOP Makassar aktif melakukan koordinasi bersama pemerintah pusat melalui pertemuan virtual membahas isu kesehatan global yang kini menjadi perhatian, termasuk ancaman Hantavirus dan sejumlah virus baru lainnya.
Humas KSOP Makassar, Syaiful Syamsuddin, mengatakan pihak kesehatan pelabuhan akan segera turun melakukan penanganan sekaligus sosialisasi pemeriksaan terhadap setiap kapal yang masuk ke Pelabuhan Makassar.
“Dalam waktu dekat kami akan melakukan penanganan bersama pihak kesehatan pelabuhan dan memperketat pemeriksaan sanitasi kapal yang masuk,” ujar Syaiful di Kantor KSOP Makassar.
Menurutnya, pemeriksaan sanitasi akan difokuskan pada kebersihan dan standar kesehatan kapal guna memastikan seluruh kapal yang bersandar memenuhi prosedur keselamatan kesehatan pelayaran.
Syaiful juga menyebut pihaknya masih menunggu surat resmi dari Balai Besar Kekarantinaan Kesehatan (BBKK), yang sebelumnya dikenal sebagai Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP), untuk menjalankan langkah teknis penanganan di lapangan.
“Saat ini kami masih menunggu surat resmi dari BBKK terkait langkah-langkah penanganan yang akan dilakukan,” tambahnya.
Saat ini, Hantavirus menjadi salah satu virus yang mendapat perhatian serius karena dilaporkan muncul di sejumlah wilayah, termasuk kasus yang berkaitan dengan kapal pesiar. Virus tersebut dapat menyebabkan gangguan paru-paru berat atau Hantavirus Pulmonary Syndrome (HPS).
Selain Hantavirus, otoritas kesehatan juga terus memantau perkembangan Human Metapneumovirus (HMPV), Subklade K Influenza A H3N2, serta varian baru COVID-19 yang dilaporkan memiliki gejala menyerupai flu biasa.
KSOP Makassar menegaskan koordinasi lintas sektor akan terus diperkuat demi memastikan aktivitas pelayaran tetap aman serta mencegah potensi penyebaran penyakit melalui kapal yang masuk ke wilayah Makassar.
(amir)







