JAKARTA liputan8.id — Bupati Luwu Utara, Andi Abdullah Rahim, resmi dikukuhkan sebagai Sekretaris Jenderal (Sekjen) Asosiasi Kabupaten Penghasil Sawit Indonesia periode 2025–2030. Penunjukan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat peran daerah dalam tata kelola industri sawit nasional.
Pengukuhan tersebut berlangsung di Kementerian Pertanian Republik Indonesia, Jakarta, Senin (20/4/2026), dan dipimpin langsung oleh Wakil Menteri Pertanian RI, Sudaryono. Kegiatan ini dihadiri sejumlah kepala daerah dari berbagai kabupaten penghasil sawit di Indonesia.
Dalam sambutannya, Andi Abdullah Rahim menegaskan bahwa jabatan yang diembannya merupakan amanah besar yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab. Ia menilai posisi tersebut menjadi peluang strategis untuk mendorong perubahan nyata di sektor perkebunan sawit.
Menurutnya, selama ini sektor sawit telah menjadi tulang punggung ekonomi di banyak daerah, termasuk Kabupaten Luwu Utara. Namun, pengelolaannya masih perlu diperkuat agar mampu memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.
Ia menekankan pentingnya inovasi dan kolaborasi dalam menghadapi tantangan global yang semakin kompleks. Mulai dari isu keberlanjutan lingkungan, fluktuasi harga, hingga tuntutan pasar internasional menjadi perhatian utama ke depan.
Andi Rahim juga menyoroti perlunya peningkatan produktivitas melalui penggunaan teknologi dan praktik pertanian yang lebih modern. Dengan demikian, sektor sawit tidak hanya bertahan, tetapi juga mampu berkembang secara berkelanjutan.
Selain itu, ia mendorong hilirisasi industri sawit agar nilai tambah tidak hanya dinikmati di tingkat pusat, tetapi juga dirasakan langsung oleh daerah penghasil. Langkah ini diyakini dapat meningkatkan kesejahteraan petani dan memperkuat ekonomi lokal.
AKPSI, lanjutnya, harus menjadi wadah strategis untuk memperjuangkan kepentingan daerah penghasil sawit. Melalui organisasi ini, koordinasi antar kabupaten dapat diperkuat untuk menghasilkan kebijakan yang lebih berpihak kepada masyarakat.
Ia juga menegaskan komitmennya untuk memperjuangkan akses pembiayaan yang lebih luas bagi petani sawit. Dukungan permodalan dinilai menjadi salah satu kunci dalam meningkatkan produktivitas dan kualitas hasil perkebunan.
Penunjukan Andi Rahim sebagai Sekjen AKPSI disambut positif oleh berbagai kalangan, terutama petani sawit. Mereka berharap kehadiran figur daerah di tingkat nasional mampu membawa aspirasi petani ke dalam kebijakan strategis.
Bagi masyarakat Luwu Utara, capaian ini menjadi kebanggaan tersendiri. Daerah mereka kini memiliki perwakilan yang berperan langsung dalam menentukan arah kebijakan sektor sawit di tingkat nasional.
Dengan kepemimpinan baru ini, AKPSI diharapkan mampu menjadi motor penggerak perubahan. Sektor sawit Indonesia pun diyakini akan semakin maju, inklusif, dan berkelanjutan, sekaligus menjadi penopang utama perekonomian daerah dan nasional.(hkl)












