LUWU UTARA liputan8.id– Suasana haru dan penuh harapan menyelimuti Aula Bapperida saat Pemerintah Kabupaten Luwu Utara melepas peserta Program Pembekalan dan Pelatihan Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) tujuan Jepang, Jumat (17/04/2026). Bagi para peserta, momen ini bukan sekadar seremoni, melainkan langkah awal meninggalkan kampung halaman demi masa depan yang lebih baik.
Di antara senyum yang terselip, tampak pula rasa gugup. Sebagian peserta harus berpisah dengan keluarga untuk pertama kalinya dalam waktu yang tidak sebentar. Namun, tekad untuk mengubah nasib menjadi alasan utama mereka melangkah mantap.
Bupati Luwu Utara, Andi Abdullah Rahim, memahami betul perasaan itu. Dalam sambutannya, ia tidak hanya berbicara sebagai kepala daerah, tetapi juga sebagai sosok yang memberi semangat kepada anak-anak muda yang akan merantau jauh.
“Ini bukan sekadar bekerja. Ini perjalanan hidup. Teknis bisa dipelajari, tapi mental harus kuat. Jaga nama baik daerah,” pesannya dengan nada penuh kepedulian.
Ia menegaskan, kesempatan bekerja di Jepang adalah peluang besar yang tidak semua orang dapatkan. Karena itu, para peserta diminta untuk memanfaatkan kesempatan tersebut dengan sungguh-sungguh, belajar, dan berkembang.
Program ini sendiri dirancang tidak setengah-setengah. Berbagai pihak dilibatkan, mulai dari Dinas Tenaga Kerja Provinsi Sulawesi Selatan, perbankan, hingga lembaga pelatihan kerja. Tujuannya satu: memastikan para peserta benar-benar siap menghadapi dunia kerja di luar negeri.
Para calon pekerja juga dibekali tidak hanya keterampilan teknis, tetapi juga pemahaman tentang budaya kerja Jepang yang dikenal disiplin, tepat waktu, dan penuh tanggung jawab. Bekal ini diharapkan menjadi kunci agar mereka mampu beradaptasi dan bertahan.
Bagi keluarga yang ditinggalkan, keberangkatan ini tentu tidak mudah. Namun di balik itu, tersimpan harapan besar akan kehidupan yang lebih baik. Penghasilan dari luar negeri diharapkan dapat membantu perekonomian keluarga, bahkan membuka peluang baru di kampung halaman.
Pemerintah daerah melihat program ini sebagai investasi jangka panjang. Bukan hanya soal bekerja di luar negeri, tetapi bagaimana mencetak generasi muda yang lebih tangguh, mandiri, dan berdaya saing global.
“Pulanglah nanti bukan hanya membawa uang, tapi juga pengalaman, ilmu, dan semangat baru untuk membangun daerah,” ujar Bupati.
Langkah para CPMI ini juga diharapkan menjadi inspirasi bagi pemuda lainnya di Luwu Utara, bahwa mimpi besar bisa diraih dengan keberanian dan kerja keras.
Keberangkatan ke Jepang bukanlah akhir, melainkan awal dari perjalanan panjang yang penuh tantangan dan pembelajaran.
Di tengah segala rasa yang bercampur, satu hal yang pasti. mereka berangkat membawa harapan,untuk diri sendiri, keluarga, dan Luwu Utara yang mereka cintai.(hkl)












