MAKASSAR liputan8.id – Tim Penggerak (TP) PKK Kota Makassar terus mengintensifkan upaya peningkatan budaya literasi di tengah masyarakat melalui sosialisasi Gerakan Gemar Membaca 15 Menit Sehari. Kegiatan ini berlangsung di Auditorium Gedung PKK Kota Makassar, Kamis (16/4/2026).
Sosialisasi yang diinisiasi Pokja II TP PKK Kota Makassar tersebut diikuti oleh para Ketua dan pengurus TP PKK kecamatan. Kegiatan ini turut menghadirkan narasumber dari Dinas Perpustakaan dan Dinas Pendidikan Kota Makassar guna memperkuat pemahaman peserta terkait pentingnya literasi.
Sekretaris TP PKK Kota Makassar, Faridah Kadir, yang mewakili Ketua TP PKK, menegaskan bahwa kebiasaan membaca harus mulai dibangun dari lingkungan keluarga. Menurutnya, literasi menjadi fondasi utama dalam menciptakan sumber daya manusia yang berkualitas.
“Kebiasaan membaca tidak hanya menambah wawasan, tetapi juga membentuk pola pikir kritis, kreatif, dan berdaya saing. Gerakan membaca 15 menit setiap hari merupakan langkah sederhana namun berdampak besar jika dilakukan secara konsisten,” ujarnya.
Ia juga menyoroti tantangan di era digital saat ini, di mana anak-anak cenderung lebih banyak menghabiskan waktu dengan gawai dibandingkan membaca buku. Karena itu, peran orang tua sangat penting sebagai teladan dalam membangun kebiasaan membaca di rumah.
“Jika orang tua ikut membaca, anak-anak akan mencontoh. Membaca harus menjadi aktivitas yang menyenangkan, bukan sekadar kewajiban,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perpustakaan Kota Makassar, Puspasari, menyampaikan bahwa kemampuan membaca merupakan pintu masuk utama dalam membangun budaya literasi. Ia mengakui bahwa perkembangan teknologi menjadi tantangan, namun juga dapat dimanfaatkan sebagai solusi.
Menurutnya, Dinas Perpustakaan telah menghadirkan inovasi berupa layanan perpustakaan digital atau e-mobile library yang memungkinkan masyarakat mengakses dan membaca koleksi buku secara daring kapan saja dan di mana saja.
“Aplikasi ini dapat diakses melalui perangkat Android, iOS, maupun desktop, sehingga memudahkan masyarakat untuk tetap membaca di tengah kesibukan,” jelasnya.
Di sisi lain, Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Makassar, Noptiadi, menekankan bahwa keberhasilan gerakan literasi sangat ditentukan oleh sinergi tiga pilar utama, yakni keluarga, sekolah, dan masyarakat.
“PKK memiliki peran strategis karena mampu menjangkau keluarga melalui jaringan dasawisma. Ini menjadi kekuatan dalam menanamkan kebiasaan membaca sejak dini,” ujarnya.
Ia juga memaparkan sejumlah strategi untuk memperkuat budaya literasi, seperti pemanfaatan taman bacaan masyarakat, penyediaan pojok baca di posyandu atau balai desa, serta edukasi parenting literasi bagi para orang tua.
Melalui sosialisasi ini, TP PKK Kota Makassar berharap gerakan gemar membaca 15 menit sehari dapat diimplementasikan secara luas di seluruh wilayah, sehingga melahirkan generasi yang cerdas, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan global di era digital.(hkl)







