Makassar, Liputan8.id– Pemerintah Kota Makassar menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2027 di Hotel Claro Makassar, Kamis (5/3). Forum ini menjadi momentum penting dalam menentukan arah kebijakan pembangunan Kota Makassar pada tahun ketiga pelaksanaan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025–2029.
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menegaskan bahwa Musrenbang bukan sekadar agenda rutin tahunan, tetapi menjadi ruang strategis untuk merumuskan kebijakan pembangunan yang benar-benar berdampak langsung bagi masyarakat.
Menurutnya, proses perencanaan pembangunan harus mampu mengakomodasi berbagai aspirasi masyarakat sekaligus menjawab tantangan pembangunan perkotaan yang semakin kompleks.
“Musrenbang ini bukan sekadar formalitas. Ini adalah forum penting untuk memastikan bahwa arah pembangunan Kota Makassar benar-benar terencana, terukur, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujar Munafri.
Ia menjelaskan, pembangunan Kota Makassar diarahkan untuk mewujudkan visi besar yakni Makassar yang unggul, inklusif, aman, dan berkelanjutan. Visi tersebut menjadi landasan dalam menentukan berbagai program prioritas pembangunan daerah.
Empat Pilar Pembangunan Makassar 2027
Dalam Musrenbang RKPD 2027 tersebut, Pemerintah Kota Makassar menetapkan empat pilar utama yang akan menjadi fokus pembangunan.
Pilar pertama adalah akselerasi pembangunan infrastruktur perkotaan. Pemerintah akan mendorong peningkatan kualitas jalan, memperkuat konektivitas antarwilayah, serta melakukan revitalisasi sistem drainase guna mengurangi genangan dan risiko banjir di sejumlah titik di kota.
Selain itu, penguatan sistem transportasi publik yang terintegrasi juga menjadi bagian penting dalam mendukung mobilitas masyarakat serta meningkatkan efisiensi transportasi perkotaan.
Pilar kedua adalah pengelolaan lingkungan hidup berkelanjutan. Dalam hal ini, pemerintah kota akan meningkatkan kualitas ruang terbuka hijau serta mendorong modernisasi sistem pengelolaan sampah melalui pengembangan Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL).
Langkah tersebut diharapkan dapat mengurangi beban Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sekaligus menghasilkan energi yang bermanfaat bagi masyarakat. Selain itu, peningkatan kualitas air bersih dan sistem sanitasi juga menjadi prioritas dalam menciptakan lingkungan yang sehat.
Pilar ketiga adalah peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM). Program ini mencakup upaya penurunan prevalensi stunting, penguatan layanan kesehatan dasar, serta peningkatan mutu pendidikan.
Pemerintah Kota Makassar juga akan memperkuat pengembangan pendidikan vokasi guna meningkatkan keterampilan tenaga kerja lokal agar mampu bersaing di dunia kerja.
Sementara pilar keempat adalah transformasi pelayanan publik berbasis digital. Transformasi ini bertujuan meningkatkan efisiensi birokrasi, transparansi, serta akuntabilitas dalam penyelenggaraan pemerintahan.
Digitalisasi layanan diharapkan dapat mempermudah masyarakat dalam mengakses berbagai layanan pemerintah secara cepat, mudah, dan transparan.
Dukungan PKK untuk Perencanaan Pembangunan Terintegrasi
Dalam forum tersebut, Ketua Tim Penggerak PKK Kota Makassar, Melinda Aksa, juga menyampaikan dukungannya terhadap arah pembangunan yang dibahas dalam Musrenbang RKPD 2027.
Ia menilai bahwa perencanaan pembangunan yang terintegrasi sangat penting agar program-program pemerintah dapat benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat.
Menurutnya, keterlibatan berbagai pemangku kepentingan dalam proses perencanaan pembangunan menjadi kunci keberhasilan pembangunan daerah.
“Perencanaan yang baik harus melibatkan semua pihak agar program yang dijalankan benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat,” ujarnya.
Dorong Perencanaan Pembangunan Partisipatif
Melalui pelaksanaan Musrenbang RKPD 2027 ini, Pemerintah Kota Makassar berharap dapat menghasilkan perencanaan pembangunan yang lebih terintegrasi, partisipatif, dan berkelanjutan.
Forum ini juga menjadi sarana untuk menyelaraskan program pembangunan antara pemerintah daerah, pemangku kepentingan, dan masyarakat.
Dengan perencanaan yang matang, Pemerintah Kota Makassar optimistis berbagai program pembangunan dapat berjalan efektif serta mampu mendorong kemajuan dan kesejahteraan masyarakat di masa mendatang.
(Red)












