MAKASSAR liputan8.id — Setelah hampir 27 tahun tidak pernah dilakukan pengerukan, Perumda Air Minum Kota Makassar akhirnya melakukan normalisasi besar-besaran saluran air baku sepanjang kurang lebih 7 kilometer dari Jalan Abdullah Daeng Sirua (Abdesir) menuju Manggala. Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Plt Direktur Utama Perumda Air Minum Kota Makassar, Andi Syahrum, Jumat (19/6/2026).
Normalisasi ini dilakukan untuk mengembalikan fungsi saluran air baku yang mengalami pendangkalan akibat sedimentasi yang terus menumpuk sejak 1999. Kondisi tersebut selama ini menyebabkan penyempitan saluran dan berpengaruh terhadap kapasitas aliran air menuju Instalasi Pengolahan Air (IPA) Panaikang.

Dalam peninjauan lapangan, Andi Syahrum didampingi Plt Kepala Bagian Produksi Perumda Air Minum Kota Makassar Achmad Kamil Asri, Kepala Seksi Air Baku Haskari, serta Plt Kepala Seksi Hubungan Masyarakat Hasan.
Menurut Andi Syahrum, pengerukan saluran air baku merupakan langkah strategis untuk memulihkan kemampuan aliran air menuju IPA Panaikang sekaligus menjaga keberlangsungan pelayanan air bersih bagi masyarakat.
“Normalisasi ini bukan sekadar pengerukan, tetapi upaya mengembalikan fungsi saluran agar kembali optimal menyalurkan air baku ke IPA Panaikang,” kata Andi Syahrum.
Ia menjelaskan, sedimentasi yang telah mengendap selama puluhan tahun membuat kapasitas saluran menurun. Karena itu, normalisasi diharapkan dapat meningkatkan debit air yang masuk sehingga produksi air bersih tetap terjaga, terutama pada musim kemarau ketika kebutuhan air masyarakat meningkat.
“Dengan berkurangnya sedimentasi, kita berharap debit air yang masuk bisa lebih stabil, terutama saat musim kemarau,” ujarnya.
Selain memperkuat pasokan air baku, pengerukan tersebut juga memiliki manfaat lain, yakni mengurangi potensi banjir di sepanjang kawasan Abdesir hingga Manggala. Selama ini, pendangkalan menyebabkan daya tampung saluran berkurang sehingga air lebih mudah meluap ketika hujan dengan intensitas tinggi.
“Pengerukan sepanjang tujuh kilometer ini diharapkan menjadi solusi jangka menengah untuk meningkatkan kapasitas aliran air baku sekaligus membantu mengurangi risiko banjir di wilayah sekitar,” jelasnya.
Andi Syahrum menegaskan, keberhasilan normalisasi saluran tidak hanya bergantung pada pekerjaan teknis yang dilakukan PDAM, tetapi juga membutuhkan dukungan masyarakat untuk menjaga kebersihan saluran.
Ia mengimbau warga agar tidak membuang sampah ke dalam saluran sehingga fungsi yang telah dipulihkan dapat bertahan dalam jangka panjang.
“Perumda Air Minum Kota Makassar terus berupaya menjaga keandalan layanan air bersih, namun kami juga sangat berharap peran serta masyarakat untuk ikut menjaga kebersihan saluran ini. Kami mengimbau agar tidak membuang sampah di sepanjang saluran,” tegasnya.
Upaya normalisasi tersebut mendapat sambutan positif dari warga sekitar. Ketua RW setempat mengungkapkan bahwa kawasan tersebut selama ini kerap mengalami genangan ketika hujan deras mengguyur.
“Selama ini kalau hujan deras, sering terjadi genangan. Kami berharap setelah pengerukan ini kondisi bisa lebih baik,” ujarnya.
Menurutnya, pengerukan saluran bukan hanya berdampak pada pengendalian banjir, tetapi juga memberikan manfaat bagi kelancaran distribusi air bersih kepada masyarakat.
“Warga menyambut baik karena selain untuk air bersih, ini juga membantu mengurangi banjir di sekitar permukiman,” katanya.
Normalisasi saluran air baku Abdesir-Manggala ini menjadi salah satu upaya Perumda Air Minum Kota Makassar dalam memperkuat sistem penyediaan air bersih sekaligus mendukung penanganan banjir di wilayah timur Kota Makassar. Dengan saluran yang kembali berfungsi optimal, diharapkan pelayanan kepada pelanggan semakin andal dan risiko genangan dapat ditekan.(hkl)












