MAKASSAR liputan8.id – Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kota Makassar terus memperkuat upaya pencegahan stunting melalui edukasi kepada calon pengantin (catin) dengan materi 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) dan Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI).
Kegiatan ini dilaksanakan pada Rabu (24/6/2026) di Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Makassar, melalui kolaborasi penyuluh agama dan penyuluh KB sebagai upaya pencegahan stunting sejak sebelum kehamilan.

Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kota Makassar, Andi Irwan Bangsawan mengatakan, edukasi kepada calon pengantin merupakan langkah penting dalam mempersiapkan pasangan untuk memahami peran sebagai orang tua sejak dini.
Ia menegaskan bahwa calon pengantin perlu dibekali pemahaman terkait gizi, kesehatan, serta pola pengasuhan yang baik agar dapat membangun fondasi tumbuh kembang anak secara optimal.
“Melalui edukasi 1000 HPK dan GATI ini, kita ingin memastikan calon orang tua benar-benar siap, memahami pentingnya gizi dan kesehatan, sehingga pencegahan stunting dapat dilakukan sejak sebelum kehamilan,” ujarnya.
Menurutnya, keterlibatan penyuluh agama dan penyuluh KB dalam kegiatan ini menjadi bentuk sinergi lintas sektor yang sangat penting, terutama dalam memberikan pemahaman menyeluruh kepada masyarakat tentang pentingnya membangun keluarga berkualitas.
Selain itu, program GATI juga ditekankan sebagai upaya membangun kesadaran peran ayah dalam pengasuhan anak, yang selama ini menjadi salah satu faktor penting dalam pembentukan karakter dan kesehatan tumbuh kembang anak.
Melalui kegiatan ini, DPPKB Kota Makassar berharap calon pengantin dapat lebih siap secara fisik, mental, dan pengetahuan dalam membangun keluarga yang sehat, sejahtera, serta mampu melahirkan generasi yang bebas stunting.(hkl)












