Banner Promo
Nasional

Iran Pamer Kekuatan Rudal, Ketegangan dengan Israel Kian Meningkat

×

Iran Pamer Kekuatan Rudal, Ketegangan dengan Israel Kian Meningkat

Sebarkan artikel ini

JAKARTA liputan8.id – Ketegangan antara Iran dan Israel kembali menjadi sorotan dunia setelah Teheran mengungkap kemampuan terbaru dalam sistem rudal balistiknya. Sejumlah rudal jarak menengah dengan jangkauan hingga 2.000 kilometer disebut siap digunakan sebagai bagian dari strategi pertahanan dan daya tangkal Iran.

Beberapa jenis rudal yang diperkenalkan antara lain Sejjil, Khorramshahr, Kheibar Shekan, Haj Qassem, Emad, Ghadr, hingga Fattah. Masing-masing memiliki karakteristik berbeda, mulai dari bahan bakar padat hingga kemampuan manuver yang diklaim lebih sulit dicegat.

Rudal Sejjil dikenal sebagai salah satu andalan Iran karena menggunakan bahan bakar padat yang memungkinkan peluncuran lebih cepat dan efisien. Sementara Khorramshahr-4 atau Kheibar memiliki kemampuan membawa hulu ledak besar dengan jangkauan jauh.

Iran juga mengandalkan Kheibar Shekan, rudal generasi baru yang diklaim memiliki tingkat akurasi tinggi serta kemampuan bermanuver pada fase akhir penerbangan. Adapun Haj Qassem dirancang dengan lintasan kompleks untuk menghindari sistem pertahanan udara lawan.

Di sisi lain, rudal Emad dan Ghadr tetap menjadi bagian penting dari kekuatan lama Iran yang telah mengalami peningkatan, terutama pada sistem pemandu untuk meningkatkan ketepatan sasaran.

Perhatian dunia juga tertuju pada rudal Fattah yang diklaim sebagai rudal hipersonik. Meski demikian, sejumlah analis internasional menilai klaim tersebut masih memerlukan pembuktian lebih lanjut.

Iran menyebut sebagian rudalnya mampu menembus sistem pertahanan udara Israel, termasuk Iron Dome. Namun, para pengamat menegaskan bahwa klaim tersebut perlu disikapi secara hati-hati.

Iron Dome diketahui lebih difokuskan untuk mencegat roket jarak pendek. Untuk menghadapi ancaman rudal balistik, Israel mengandalkan sistem pertahanan berlapis seperti Arrow dan David’s Sling.

Pengamat militer menilai, dalam konflik modern tidak ada sistem pertahanan yang sepenuhnya kebal, begitu pula tidak ada senjata yang dijamin mampu menembus pertahanan lawan tanpa hambatan.

Perkembangan ini menandai meningkatnya dinamika militer di kawasan Timur Tengah, sekaligus mempertegas bahwa teknologi rudal masih menjadi instrumen utama dalam strategi geopolitik dan keamanan regional. ( * )

DPRD Makassar