MAKASSAR liputsn8.id — Di tengah malam yang masih diguyur hujan, Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, mendatangi posko pengungsian banjir di Antang, Kecamatan Manggala. Kehadirannya bukan sekadar agenda seremonial, melainkan bentuk kepedulian langsung kepada warga yang tengah menghadapi ujian.
Langkah itu mengingatkan pada keteladanan Umar bin Khattab, khalifah yang dikenal kerap berkeliling malam hari untuk memastikan rakyatnya tidak kelaparan dan tidak terabaikan.
Bagi Appi, kepemimpinan bukan hanya soal kebijakan di balik meja, tetapi memastikan dengan mata kepala sendiri kondisi masyarakat.
Di posko darurat, Appi menyapa para ibu yang menjaga anak-anaknya, berbincang dengan lansia, dan mengecek langsung ketersediaan logistik. Ia memastikan makanan sahur dan buka puasa tersedia, air bersih cukup, serta layanan kesehatan siaga.
“Kita tidak boleh membiarkan warga menghadapi musibah sendirian. Pemerintah harus hadir, apalagi di bulan Ramadhan,” ujarnya.
KEPEDULIAN YANG NYATA
Seperti kisah Umar bin Khattab yang memanggul sendiri gandum untuk rakyatnya, Appi menegaskan bahwa tanggung jawab pemimpin adalah memastikan kebutuhan dasar rakyat terpenuhi. Ia meminta seluruh jajaran bergerak cepat dan tidak menunggu laporan berjenjang saat situasi darurat.
Bagi warga Antang, kunjungan tengah malam itu menghadirkan rasa tenang. Mereka merasa diperhatikan, didengar, dan tidak ditinggalkan.
RAMADHAN DAN SPIRIT KEPEMIMPINAN
Momentum Ramadhan menjadi penguat pesan bahwa kekuasaan sejatinya adalah amanah. Dalam situasi sulit seperti banjir, nilai empati, keadilan, dan tanggung jawab moral menjadi kunci.
Appi memastikan bantuan terus mengalir hingga kondisi benar-benar pulih. “Insya Allah, kita lewati ini bersama. Pemerintah ada untuk rakyat,” tutupnya.
Hingga dini hari, aparat dan relawan tetap bersiaga di sejumlah titik terdampak banjir di kawasan Antang, memastikan warga dapat menjalani Ramadhan dengan lebih tenang di tengah ujian yang datang.







