Banner Promo
Daerah

Semangat Jaga Warisan Leluhur, Pendaftar Sekolah Budaya I Lagaligo Luwu Utara Membludak

×

Semangat Jaga Warisan Leluhur, Pendaftar Sekolah Budaya I Lagaligo Luwu Utara Membludak

Sebarkan artikel ini

LUWU UTARA liputan8.id – Semangat generasi muda untuk menjaga warisan leluhur kian terasa di Luwu Utara. Hal ini terlihat dari membludaknya pendaftar Sekolah Budaya I Lagaligo Cabang Luwu Utara yang memasuki angkatan ke-7. Sebanyak 73 orang tercatat mendaftar, menjadi jumlah tertinggi sejak sekolah ini didirikan pada 2020.

Di tengah arus modernisasi, kehadiran Sekolah Budaya Luwu menjadi ruang belajar yang bukan hanya mengajarkan seni dan teater, tetapi juga menanamkan nilai-nilai adat, jati diri, dan kecintaan terhadap budaya sendiri. Antusiasme para peserta pun menjadi bukti bahwa budaya lokal masih memiliki tempat kuat di hati generasi muda.

Mewakili Datu Luwu, Dewan Adat 12 Opu Maddikadua, A. Syafiuddin Kadiaraja, menilai tingginya minat ini sebagai pertanda baik bagi masa depan budaya Luwu. Menurutnya, menjaga budaya bukan hanya tugas para tetua adat, tetapi juga tanggung jawab bersama, terutama generasi penerus.

“Budaya Luwu adalah ruh kita. Ketika anak-anak muda mulai mencintainya, di situlah harapan itu tumbuh,” ujarnya.

Kepala Sekolah Budaya I Lagaligo Cabang Luwu Utara, H. Dullah, mengaku bangga dengan meningkatnya jumlah peserta didik. Ia menyebut, sekolah ini hadir sebagai jembatan antara masa lalu dan masa depan, agar nilai-nilai budaya tetap hidup di tengah perubahan zaman.

“Kami ingin anak-anak muda tidak hanya mengenal budayanya, tetapi juga merasa memiliki dan bangga menjaganya,” kata Dullah.

Dukungan juga datang dari Pemerintah Kabupaten Luwu Utara. Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra, Baharuddin, menegaskan bahwa penguatan budaya daerah menjadi bagian penting dalam pembangunan. Menurutnya, Luwu Utara tidak bisa dilepaskan dari akar sejarah Kerajaan Luwu.

Sebagai bentuk komitmen, pemerintah daerah berencana mengalokasikan anggaran sebesar Rp1 miliar pada 2026 untuk pembangunan Rumah Adat Kemakoleaan, sebagai pusat kegiatan budaya dan pelestarian adat.

“Ini bukan hanya soal pembangunan fisik, tetapi tentang menjaga identitas dan memperkuat karakter masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Opu Makkole Baebunta, YM A. Sarifah Muhaemina Opu Daengna Putri, menilai Sekolah Budaya Luwu sebagai investasi jangka panjang. Ia berharap kehadiran sekolah ini mampu membuka pemahaman masyarakat luas tentang nilai-nilai adat dan budaya Luwu.

Dengan semangat yang terus tumbuh dari generasi muda, Sekolah Budaya I Lagaligo diharapkan menjadi ruang yang tidak hanya melahirkan talenta seni, tetapi juga penjaga-penjaga budaya yang akan memastikan warisan leluhur tetap hidup dan bermakna di masa depan. (hkl)

DPRD Makassar