Banner Promo
DaerahPolitik

Rahman Pina Mencuat sebagai Kuda Hitam Musda Golkar Sulsel, Sinyal Restu DPP?

×

Rahman Pina Mencuat sebagai Kuda Hitam Musda Golkar Sulsel, Sinyal Restu DPP?

Sebarkan artikel ini

Makassar, Liputan8.id, Peta persaingan menuju Musyawarah Daerah (Musda) DPD I Partai Golkar Sulawesi Selatan mulai menunjukkan dinamika baru. Mundurnya Wali Kota Parepare, Taufan Pawe, dari bursa calon ketua membuat konstelasi politik internal Golkar Sulsel kembali bergerak. Di tengah situasi tersebut, nama Rahman Pina (RP) tiba-tiba mencuat dan mulai diperhitungkan sebagai kandidat alternatif, bahkan disebut-sebut sebagai kuda hitam dalam perebutan kursi Ketua Golkar Sulsel. Rabu (14/1/2025).

Menguatnya nama Rahman Pina tidak lepas dari pertemuannya dengan Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, yang berlangsung beberapa hari lalu di Jakarta.

Pertemuan tersebut segera memicu spekulasi luas di kalangan kader dan pengamat politik terkait arah dukungan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Golkar dalam Musda Sulsel yang akan datang.

Spekulasi itu semakin menguat seiring dengan penundaan jadwal Musda Golkar Sulsel yang sebelumnya direncanakan berlangsung pada pekan ketiga Januari.

Penundaan ini dinilai bukan sekadar persoalan teknis, melainkan sinyal bahwa proses konsolidasi internal partai belum sepenuhnya final dan ruang bagi munculnya figur alternatif masih terbuka lebar.

Rahman Pina sendiri dinilai memiliki modal politik yang cukup solid. Selain dikenal sebagai kader senior Partai Golkar, ia saat ini menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD Sulawesi Selatan, posisi strategis yang memberinya akses luas terhadap jaringan politik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota.

Meski sebelumnya namanya tidak terlalu sering disebut dalam bursa calon ketua, dinamika politik terbaru membuat Rahman Pina mulai diperhitungkan secara serius.

Sejumlah kader menilai RP sebagai figur kompromi yang dapat diterima oleh berbagai faksi internal Golkar Sulsel.

Dalam foto pertemuan yang beredar di media sosial, suasana pertemuan antara Rahman Pina dan Bahlil Lahadalia tampak cair dan penuh keakraban. Beberapa tokoh terlihat duduk bersama di satu meja bundar, mencerminkan pertemuan yang bersifat informal, namun sarat dengan pesan dan makna politik.

Sebagaimana lazim terjadi dalam setiap pelaksanaan Musda Golkar Sulsel, dinamika menjelang forum tertinggi partai di tingkat provinsi tersebut hampir selalu diwarnai oleh lobi intensif, konsolidasi internal, serta kemunculan poros-poros baru. Golkar Sulsel dikenal memiliki basis kader yang kuat dan figur-figur berpengaruh, sehingga kontestasi ketua hampir selalu berlangsung ketat dan penuh kalkulasi.

Dengan belum adanya kepastian jadwal Musda, ruang manuver politik dinilai masih terbuka luas.

Kondisi ini memberi peluang bagi kandidat alternatif seperti Rahman Pina untuk terus membangun komunikasi politik dan memperluas dukungan, baik di tingkat pusat maupun daerah.

Sebelumnya, Plt Ketua DPD I Golkar Sulsel, Muhidin M Said, mengonfirmasi bahwa Musda yang semula dijadwalkan digelar pada pekan ketiga Januari berpotensi mengalami penundaan.

Menurut Muhidin, pihaknya masih memprioritaskan konsolidasi internal serta penyempurnaan kepengurusan sementara.

“Belum, belum. Kita mau konsolidasi dulu. Kita lengkapi dulu pengurus sementara, baru setelah itu kita konsolidasi. Habis itu baru kita cari waktu untuk Musda,” ujar Muhidin, Senin (5/1/2026).

Ia menargetkan proses konsolidasi tersebut tidak akan memakan waktu lama, diperkirakan sekitar satu hingga dua bulan. Hal ini mengingat adanya sejumlah pengurus lama yang telah pindah partai maupun meninggal dunia.

“Kita sempurnakan dulu pengurus ini, baru kita lanjutkan lagi,” tegasnya.

Diketahui, sebelum dinamika terbaru ini mencuat, sejumlah nama yang sempat digadang-gadang masuk dalam bursa calon Ketua Golkar Sulsel antara lain Munafri Arifuddin (Appi), Ilham Arief Sirajuddin (IAS), Adnan Purichta Ichsan, dan Andi Ina Kartika Sari.

Dengan berkembangnya situasi politik internal dan masih terbukanya waktu menuju Musda, persaingan menuju kursi Ketua Golkar Sulsel dipastikan akan terus bergerak dinamis, penuh manuver, dan sarat kepentingan strategis.

(Red)

DPRD Makassar