Banner Promo
Headline

Perintah Prabowo Subianto, Munafri Siapkan Makassar Jadi Kota Energi dari Sampah

×

Perintah Prabowo Subianto, Munafri Siapkan Makassar Jadi Kota Energi dari Sampah

Sebarkan artikel ini

JAKARTA liputan8.id — Di tengah meningkatnya persoalan sampah di kota-kota besar, Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, mengambil langkah serius. Ia hadir langsung dalam Rapat Koordinasi Terbatas (Rakortas) percepatan implementasi Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) bersama Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, Selasa (31/3/2026).

Pertemuan ini bukan sekadar agenda rutin. Di dalamnya, pemerintah pusat mendorong percepatan proyek strategis nasional yang diharapkan mampu menjadi jawaban atas persoalan sampah sekaligus krisis energi di berbagai daerah.

Munafri menyebut, percepatan pembangunan PSEL merupakan arahan langsung Presiden RI, Prabowo Subianto. Pemerintah menargetkan proyek ini berjalan lebih cepat dan masif di 33 lokasi di Indonesia, termasuk Makassar, yang setiap harinya menghadapi timbunan sampah dalam jumlah besar.

“Ini perintah langsung Bapak Presiden agar PSEL segera berjalan. Kita di daerah tentu harus siap, karena ini menyangkut kebutuhan mendesak masyarakat,” ujar Munafri.

Bagi Munafri, persoalan sampah bukan lagi sekadar isu lingkungan, melainkan sudah menyentuh aspek kualitas hidup warga kota. Karena itu, ia mendorong solusi yang tidak hanya menuntaskan penumpukan sampah, tetapi juga memberi nilai tambah.

Salah satu langkah konkret yang disiapkan Pemerintah Kota Makassar adalah mengusulkan pembangunan PSEL di kawasan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Antang, Kecamatan Manggala. Lokasi ini dinilai paling realistis karena telah lama menjadi pusat pengelolaan sampah kota.

Menurutnya, pemanfaatan TPA Antang akan membuat proses pembangunan lebih efisien. Pemerintah tidak perlu mengeluarkan biaya besar untuk memindahkan sampah ke lokasi baru, sekaligus menghindari potensi penolakan sosial dari masyarakat di wilayah lain.

“Kalau kita bangun di TPA Antang, semuanya sudah tersedia. Ini lebih efisien, dan yang terpenting, tidak menambah beban sosial baru,” jelasnya.

Selain itu, kawasan tersebut juga dinilai memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi pusat industri pengolahan sampah berbasis energi. Jika terealisasi, PSEL tidak hanya menjadi solusi lingkungan, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi daerah.

Munafri menegaskan, Pemerintah Kota Makassar siap menuntaskan hal-hal teknis yang dibutuhkan, termasuk pembebasan lahan, agar proyek ini bisa segera berjalan.

Ia berharap, kehadiran PSEL nantinya benar-benar membawa perubahan nyata bagi masyarakat—mengurangi persoalan sampah sekaligus menghadirkan energi listrik yang bermanfaat.

“Harapan kita sederhana, bagaimana sampah yang selama ini jadi masalah, justru bisa berubah menjadi berkah bagi masyarakat,” tutupnya. (*)

DPRD Makassar