MASAMBA liputsn8.id – Kabupaten Luwu Utara mencatat capaian membanggakan pada tahun 2025 dengan menembus 10 besar daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di Sulawesi Selatan.
Berdasarkan data resmi Badan Pusat Statistik (BPS), pertumbuhan ekonomi Luwu Utara mencapai 6,17 persen, meningkat signifikan dibandingkan tahun 2024 yang berada di angka 4,30 persen. Capaian ini menempatkan Luwu Utara di peringkat keenam dari 24 kabupaten/kota di Sulsel.
Secara regional, posisi pertama ditempati Kabupaten Sidenreng Rappang dengan pertumbuhan 7,71 persen, disusul Kabupaten Luwu (7,43 persen) dan Kabupaten Wajo (7,16 persen). Sementara itu, Kota Palopo berada di posisi ke-17 dengan pertumbuhan 4,59 persen.
Kepala BPS Luwu Utara, Andi Idiel Fitri, menyebut capaian tersebut sebagai refleksi kerja kolektif antara pemerintah daerah dan masyarakat dalam mendorong pertumbuhan sektor-sektor produktif. Pertumbuhan di atas 6 persen menunjukkan bahwa perekonomian daerah berada dalam fase ekspansi yang kuat.
Kondisi ini tidak hanya mencerminkan meningkatnya aktivitas ekonomi, tetapi juga mengindikasikan membaiknya daya beli dan investasi di wilayah tersebut.
Tak hanya dari sisi pertumbuhan, indikator kesejahteraan juga menunjukkan tren positif. Angka kemiskinan di Luwu Utara tercatat turun dari 13,22 persen menjadi 10,74 persen pada 2025, yang menjadi angka terendah sepanjang sejarah kabupaten ini. Dengan capaian tersebut,
Luwu Utara berhasil keluar dari zona merah kemiskinan di Sulawesi Selatan.
Di tingkat provinsi, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sulselbar menilai sektor jasa keuangan tetap stabil dan resilien sepanjang 2025. Pertumbuhan ekonomi Sulawesi Selatan tercatat sebesar 5,43 persen, naik dari 5,02 persen pada tahun sebelumnya.
Per Desember 2025, total aset perbankan Sulsel tumbuh 5,33 persen menjadi Rp214,32 triliun. Dana Pihak Ketiga (DPK) meningkat 9,74 persen menjadi Rp146,61 triliun, sementara kredit tumbuh 5,26 persen menjadi Rp172,92 triliun. Perbankan syariah juga mencatat pertumbuhan signifikan dengan kenaikan aset 22,38 persen menjadi Rp21,81 triliun.
Kinerja sektor keuangan yang solid ini dinilai turut memperkuat fondasi pertumbuhan ekonomi daerah yang lebih inklusif dan berkelanjutan, termasuk di Kabupaten Luwu Utara yang kini semakin menunjukkan tren positif dalam pembangunan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.( * )







