Luwu Utara liputan8.id– Di balik angka-angka pertumbuhan ekonomi yang terus membaik, ada cerita tentang kerja keras dan harapan warga Luwu Utara yang perlahan mulai berbuah hasil. Tahun 2025 menjadi salah satu momentum penting, ketika geliat ekonomi daerah tumbuh lebih kuat dan kehidupan masyarakat menunjukkan tanda-tanda yang semakin membaik.
Melalui Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Tahun Anggaran 2025, Bupati Luwu Utara, Andi Abdullah Rahim, menyampaikan bahwa ekonomi daerah tumbuh hingga 6,17 persen. Capaian ini menempatkan Luwu Utara di jajaran daerah dengan pertumbuhan tinggi di Provinsi Sulawesi Selatan.
Namun bagi masyarakat, pertumbuhan itu bukan sekadar angka. Ia hadir dalam bentuk hasil panen yang lebih baik, aktivitas pasar yang semakin hidup, hingga peluang kerja yang mulai terbuka. Sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan masih menjadi sandaran utama, menghidupi sebagian besar warga.
Perlahan tapi pasti, dampaknya mulai terasa. Angka kemiskinan turun menjadi 10,74 persen. Di saat yang sama, kualitas hidup masyarakat ikut meningkat, tercermin dari Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang mencapai 74,81 melampaui target yang ditetapkan. Tingkat pengangguran pun menurun, memberi harapan bagi banyak keluarga untuk kehidupan yang lebih layak.
Di tengah segala keterbatasan, pemerintah daerah memilih untuk terus bergerak. Akses ke wilayah terpencil yang dulu sulit dijangkau, kini mulai terbuka. Bersama Tentara Nasional Indonesia melalui program TMMD, jalan Masamba , Rampi diperbaiki, memudahkan mobilitas warga sekaligus membuka akses ekonomi baru.
Tak hanya mengandalkan anggaran pemerintah, Pemkab juga menggandeng pihak swasta melalui program CSR. Hasilnya, puluhan kilometer jalan di beberapa wilayah berhasil dibangun ,sebuah langkah nyata dari semangat gotong royong lintas sektor.
Kebersamaan itu juga terlihat saat banjir melanda Malangke dan Malangke Barat. Tanpa banyak sekat, berbagai pihak turun tangan membantu ,dari aparat hingga masyarakat desa ,menunjukkan bahwa solidaritas masih menjadi kekuatan utama Luwu Utara.
Bagi Andi Rahim, capaian ini adalah hasil dari kerja kolektif. Ia pun mengapresiasi peran DPRD sebagai mitra pemerintah dalam menjaga arah pembangunan tetap berjalan.
“Yang kita bangun bukan hanya infrastruktur, tapi juga harapan masyarakat. Dan itu hanya bisa terwujud jika kita berjalan bersama,” ujarnya.
Ke depan, Pemerintah Kabupaten Luwu Utara menyadari masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan. Namun dengan fondasi yang mulai menguat, harapan itu tetap terjaga bahwa kesejahteraan bukan sekadar target, melainkan sesuatu yang benar-benar bisa dirasakan oleh seluruh warga.(hkl)







