Jakarta Liputan8.id, Komoditas jengkol asal Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan, kini berhasil menembus pasar nasional. Capaian ini menjadi indikator meningkatnya produktivitas sektor pertanian dan perkebunan di daerah tersebut, sekaligus menandai transformasi ekonomi yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir.
Kabupaten Luwu Utara yang sebelumnya dikenal sebagai salah satu daerah dengan tingkat kemiskinan cukup tinggi di Sulawesi Selatan, kini mulai menunjukkan perubahan positif. Sektor pertanian dan perkebunan menjadi motor penggerak utama pertumbuhan ekonomi daerah, dengan jengkol sebagai salah satu komoditas unggulan yang kian diminati pasar.
Bupati Luwu Utara, Andi Abdullah Rahim, mengungkapkan bahwa produksi jengkol di wilayah yang dipimpinnya mengalami peningkatan signifikan. Hal ini disampaikannya saat santap siang di salah satu rumah makan Padang di Jakarta.
“Alhamdulillah, produksi jengkol Luwu Utara saat ini sudah menjangkau pasar nasional, termasuk ke wilayah Jakarta dan sekitarnya,” ujarnya.
Menurutnya, pada tahun 2025, Kabupaten Luwu Utara mampu memasok sekitar 5.000 ton jengkol ke berbagai daerah di Indonesia. Nilai ekonomi dari komoditas tersebut diperkirakan mencapai Rp83 miliar, menjadikannya sebagai salah satu penyumbang penting bagi pendapatan daerah.
Tak hanya itu, Luwu Utara kini juga tercatat sebagai pemasok jengkol terbesar ke ibu kota Jakarta dari wilayah Sulawesi Selatan. Permintaan yang terus meningkat menunjukkan bahwa komoditas ini memiliki potensi besar untuk terus dikembangkan.
Pemerintah daerah pun berkomitmen untuk terus mendorong peningkatan produksi melalui berbagai program, seperti pendampingan petani, penyediaan bibit unggul, hingga penguatan akses pasar. Langkah ini diharapkan mampu menjaga konsistensi kualitas dan kuantitas produksi jengkol.
Transformasi ini tidak hanya berdampak pada pertumbuhan ekonomi daerah, tetapi juga memberikan efek positif terhadap kesejahteraan masyarakat, khususnya para petani. Dengan meningkatnya permintaan dan nilai jual, pendapatan petani pun ikut terdongkrak.
Ke depan, Pemerintah Kabupaten Luwu Utara optimistis komoditas jengkol dapat menjadi salah satu ikon pertanian daerah yang mampu bersaing di pasar nasional bahkan berpeluang menembus pasar ekspor.
(Amir)












