Banner Promo
Headline

Harga Minyak Dunia Tembus US$112, Pasar Bergejolak Usai Irak Nyatakan Kahar

×

Harga Minyak Dunia Tembus US$112, Pasar Bergejolak Usai Irak Nyatakan Kahar

Sebarkan artikel ini

liputan8.id – Harga minyak mentah dunia melonjak tajam hingga menembus angka US$112 per barel, menyusul keputusan pemerintah Irak yang menyatakan status kahar (force majeure) pada sejumlah fasilitas minyaknya. Kondisi ini langsung memicu kekhawatiran pasar global terhadap terganggunya pasokan energi.

Keputusan kahar tersebut diambil setelah situasi keamanan dan distribusi di kawasan Timur Tengah semakin memburuk. Gangguan pada jalur vital, termasuk Selat Hormuz, turut memperparah ketidakpastian suplai minyak dunia. Jalur ini selama ini dikenal sebagai salah satu rute utama pengiriman minyak global.

Kahar sendiri merupakan kondisi darurat yang berada di luar kendali, sehingga suatu negara atau perusahaan tidak dapat memenuhi kewajiban produksinya. Dalam konteks ini, produksi dan ekspor minyak Irak mengalami hambatan signifikan.

Lonjakan harga minyak ini mencerminkan reaksi cepat pasar terhadap potensi berkurangnya pasokan dari salah satu produsen utama dunia. Investor dan pelaku industri energi pun mulai mengantisipasi dampak lanjutan, termasuk kenaikan harga bahan bakar di berbagai negara.

Situasi ini juga menjadi bagian dari eskalasi ketegangan yang lebih luas di kawasan Timur Tengah. Konflik yang berkepanjangan dan ketidakstabilan geopolitik terus membayangi pasar energi global, membuat harga minyak semakin rentan terhadap fluktuasi tajam.

Analis memperkirakan, jika gangguan pasokan terus berlanjut, harga minyak berpotensi bertahan tinggi dalam beberapa waktu ke depan. Hal ini tentu akan berdampak pada inflasi dan biaya energi di berbagai belahan dunia.

Dengan kondisi yang masih dinamis, pasar kini menunggu perkembangan situasi di Timur Tengah, terutama terkait stabilitas produksi dan distribusi minyak dari Irak serta keamanan jalur perdagangan internasional.(*)

DPRD Makassar