Makassar liputan8.id– Kerja nyata Tim Penggerak PKK Kabupaten Luwu Utara kembali berbuah manis. Dalam ajang Cocoa Project Learning Event yang digelar Save the Children Indonesia di Hotel Aryaduta Makassar, Selasa (31/3), PKK Luwu Utara berhasil meraih penghargaan dalam Program Kakao Berbasis Perlindungan Anak.
Penghargaan ini bukan sekadar simbol prestasi, tetapi menjadi bukti nyata komitmen Pemerintah Kabupaten Luwu Utara dalam menghadirkan perubahan di tengah masyarakat, khususnya bagi perempuan dan anak di wilayah sentra kakao.
Ketua TP PKK Luwu Utara, Misnawati Andi Abdullah Rahim, yang hadir sebagai narasumber dalam kegiatan tersebut, menegaskan bahwa perempuan memegang peran penting dalam menjaga ketahanan keluarga.
“Ketika perempuan diberi ruang untuk berkembang, baik secara ekonomi maupun sosial, maka dampaknya langsung terasa pada perlindungan anak. Keluarga menjadi lebih kuat, anak-anak pun tumbuh dalam lingkungan yang lebih aman,” ujarnya dalam sesi talkshow bertema pemberdayaan perempuan di sektor kakao.
Ia menyebut, keberhasilan ini tidak lepas dari kerja bersama berbagai pihak. Mulai dari pemerintah daerah, kelompok masyarakat, hingga mitra pembangunan yang selama ini konsisten mendukung program pemberdayaan perempuan di sektor kakao.
Di Kabupaten Luwu Utara, kakao bukan hanya komoditas unggulan, tetapi juga menjadi pintu masuk untuk memperkuat peran perempuan dalam ekonomi keluarga. Melalui program seperti Responsible Cocoa Farming dan GrowHer Kakao, perempuan didorong untuk lebih mandiri sekaligus menjadi pelindung utama bagi anak-anak mereka.
Lebih dari sekadar capaian, penghargaan ini menjadi penyemangat untuk terus bergerak. Sinergi lintas sektor yang telah terbangun diharapkan semakin kuat, sehingga manfaat program benar-benar dirasakan hingga ke tingkat keluarga.
“Ini bukan akhir, tapi langkah awal untuk terus menghadirkan perubahan yang lebih luas,” tutup Misnawati.
Melalui upaya berkelanjutan ini, PKK Luwu Utara menunjukkan bahwa pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak bukan hanya wacana, melainkan gerakan nyata yang mampu membawa dampak langsung bagi kesejahteraan masyarakat.(hkl)







